Wawan “Culture Warrior” Negeri Seribu Benteng#3

Tidak hanya mendirikan media center, Wawan juga mendirikan outlet wolio sebagai pusat souvenir Benteng Keraton Buton yang menjual berbagai barang lokal seperti baju, kampurui (ikat kepala laki-laki), kriya, dan lain sebagainya. Tahun 2015 Wawan melakukan publikasi besar-besaran, mengedukasi masyarakat bahwa Cagar Budaya Benteng Keraton Buton adalah tempat wisata budaya yang indah, unik, dan historis serta menargetkan sapta pesona.yang diterapkan pada masyarakat.

            Sebelumnya, kawasan Benteng Keraton Buton kerap terjadi tindak kriminalitas, namun selang beberapa tahun pasca media center didirikan kejadian yang sama tidak terjadi lagi. Dari semua kondisi itu, masyarakat lokal dan wisatawan luar daerah yakin dan percaya bahwa Benteng Keraton Buton merupakan daerah wisata budaya yang aman dikunjungi.  

            Wawan terus melangkah, melakukan apapun untuk tetap menjaga eksistensi budaya yang ada di tanah Buton, kota Baubau. “Kita tidak dapat menunda-nunda, sebab kalau bukan sekarang, kapan lagi? kalau bukan kita, siapa lagi?”, tuturnya. Lanjut Wawan, untuk menjaga warisan budaya daerah, harus diterapkan prinsip mencintai dan memperkenalkan budaya yang dimiliki. Pepatah mengatakan “tak kenal, maka tak sayang”, begitu pula pemuda daerah Keraton Buton, disaat mereka mengenal budaya, maka mereka dapat menuangkan rasa cinta dengan menjaga kelestarian dan mempertahankan budaya peninggalan nenek moyang.

            “Awalnya perilaku sejumlah Pemuda di sekitar Benteng Keraton ini merusak citra budaya, namun akhirnya mereka menjadi bagian dalam menjaga dan melestarikan situs-situs budaya di Kawasan Benteng Keraton Buton”, ujar Wawan.

Tidak banyak yang tahu bahwa Kesultanan Buton memiliki alat tukar yang sangat langka di dunia. Uang kampua namanya !. Uang Kampua ini, bahannya bukan berupa kertas seperti uang lainnya, melainkan berupa kain tenun yang memiliki nilai dan digunakan sebagai alat tukar pada zaman Kesultanan Buton abad ke-19. Karena keunikannya, Uang Kampua kian menjadi daya tarik wisatawan Mancanegara yang datang ke kota Baubau.

            “Tahun ini saya menargetkan untuk mendirikan Galeri Kampua. Jadi, wisatawan yang datang dapat mengenal lebih jauh tentang Kampua. Peninggalan budaya yang sampai saat ini masih banyak diburu oleh para kolektor barang antik. Pernah ada yang menawar untuk selembar uang Kampua senilai 40 juta, namun tentu saja warisan leluhur ini tidak diperjual-belikan”, jelasnya.