Wawan “Culture Warrior” Negeri Seribu Benteng#2

Masyarakat berperan penting dalam melestarikan situs budaya daerah, dimulai dari memelihara, menjaga, dan mempertahankan, sehingga kebudayaan yang ada tidak terancam punah. Ketika Masyarakat mampu memberikan kenyamanan dan keamanan pada wisatawan, secara tidak langsung mereka telah mendukung budaya daerah setempat untuk merangkak naik sehingga tidak terlupakan.

            “Pada tahun tersebut, saya bertemu pengunjung, mereka selalu menanyakan pusat informasi dan pemandu wisata. Hingga pada Juni 2015, saya mengajak beberapa pemuda untuk mendirikan media center Benteng Keraton Buton. Ada dua fungsi kami saat itu, menjadi pusat informasi dan mengubah paradigma masyarakat bahwa sebenarnya Benteng Keraton Buton merupakan zona wisata yang nyaman dan aman”, kata Wawan.

 Keberadaan Media Center Benteng Keraton Buton tentu saja memudahkan Masyarakat Lokal dan Wisatawan untuk mengenal kebudayaan yang ada di tanah Buton. Jika awalnya antusiasme serta pengetahuan masyarakat tentang budaya sangat minim, namun kini dengan adanya media center, pengetahuan atau wawasan budaya masyarakat setempat mulai terbuka. Apabila wawasan budaya telah ada dalam diri generasi muda, nilai-nilai kebudayaan dan situs sejarah budaya Kesultanan Buton tidak akan punah.

            Kota yang berada di pulau Buton ini menyimpan banyak aset sejarah dan budaya. Kolaborasi antara Pemerintah dan Masyarakatnya dalam menjaga aset tersebut memberikan kontribusi besar buat generasi selanjutnya. Wawan tidak keberatan memperjuangkan budaya yang ada di Kota Baubau. Dengan memanfaatkan Media Center  yang Ia dirikan, setahun kemudian ada perubahan yang terjadi, dan itu merupakan awal dari tumbuh dan berkembangnya spirit pelestarian budaya oleh masyarakat setempat.

            “sebelumnya, pada 2013-2015 jumlah pengunjung hanya 20 orang perhari, pasca setahun saya mendirikan media center dan melakukan publikasi melalui media sosial mengenai wisata dan ragam budaya yang ada di Benteng Keraton buton, tepatnya pada 2016 dan 2017 rata-rata wisatawan yang berkunjung menjadi 200-250 orang perhari.”, Ucap Wawan.