Taman Baca Kapoa Membangun Literasi Bangsa-5

“Ada anak yang sampai sekarang belum bisa membaca sejak dari awal didirikannya taman baca. Terkadang anak itu datang ke tempat kami hanya untuk mewarnai. Jika ada buku mewarnai, acapkali dia datang ke taman baca. Meski belum bisa membaca, setidaknya mereka ada kesibukan dan tidak hanya bermain gadget. Kegiatan itu membuat mereka menjadi lebih produktif, aktif, kreatif,  juga melatih keterampilan”. imbuhnya

 Faris menambahkan, beberapa waktu lalu ada satu hal yang membuat ia tersentuh. Ada seorang anak yang kelihatannya sangat nakal. Namun ketika membaca tentang buku satwa air, dia sangat tertarik. Bahkan dia bilang ke Faris, “kak ubur-ubur yang ada di buku sama dengan ubur-ubur yang ada di kampungku, ikan ini juga ada kak”. Dia mengatakan hal itu dengan sangat antusias. Dari pernyataan itu bisa disimpulkan bahwa anak dengan penampilan yang terlihat nakal ternyata memiliki antusias dan ketertarikan dalam buku bacaan yang sesuai dengan minatnya.

Anak-anak yang membaca buku sesuai minat dan kebutuhannya akan terdorong untuk terus mengembangkan minat berliterasinya. Secara naluri akan menggugah semangat membaca dan belajar, karena mereka akan penasaran tentang buku lain yang topiknya mirip dengan buku bacaan sebelumnya. Lantaran sangat gemar  dengan buku bacaan, anak-anak tersebut dapat menjelaskan kembali apa yang telah mereka baca sebelumnya.

“Terkadang saya meninjau lagi dengan meminta mereka untuk menjelaskan apa yang telah mereka baca, dan ternyata mereka bisa. Meskipun tidak lengkap dijelaskan, setidaknya terdapat poin-poin penting yang mereka ingat”, ujar Faris.

Taman baca kapo’a membawa banyak dampak positif bagi generasi penerus bangsa. Oleh karena itu ada banyak donatur yang secara sukarela mendonasikan buku. Sesama pengelola taman baca memberikan bantuan berbagai buku untuk dibaca. Hal tersebut tidak luput dari peran taman baca kapo’a sebagai wadah pembentuk karakter anak muda untuk meningkatkan minat berliterasi. “Banyak buku yang didonasikan oleh teman-teman sesama pemilik taman baca. Selain itu, ada juga beberapa pelajar SMA yang mendonasikan buku-buku mereka ke taman baca kapo’a”. terangnya.

Peran taman baca kapo’a tidak terlepas dari proses dan usaha yang selama ini dilakukan oleh pengelolanya yang dapat memberikan pengaruh positif bagi perubahan masyarakat menjadi lebih baik. Pengelola taman baca ini berminat untuk berpartisipasi dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. Hal ini sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Ketika mereka merasakan sesuatu yang bermanfaat, maka akan timbul minat dan mencapai kepuasan. Untuk membuat anak-anak merasa nyaman dengan adanya taman baca, pengelola melayani mereka dengan baik. Jika ada anak yang kesulitan mencari buku pengelola akan membantu sesuai apa yang mereka mau. Selain itu, pihak pengelola selalu membersihkan taman baca dan mengatur buku secara rapi agar anak-anak yang datang merasa nyaman.

Taman baca kapo’a memiliki berbagai kegiatan yang bermanfaat dan seru bagi anak-anak. Pihak pengelola mengadakan kegiatan lain agar generasi muda lebih tertarik lagi untuk ke taman baca, seperti mengadakan literasi untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia dengan berbagai lomba yang sangat menarik minat anak muda….