Siswi SMA Negeri 1 Baubau Lolos Seleksi Asian Youth Internasional Model United Nations

journalist.sman1baubau.sch.id-Berawal dari Motivasi ingin mengasah Skill Speaking Bahasa Inggris, Siswi SMA Negeri 1 Baubau bernama Rambu Reninta Kanaya Lamba Awang memberanikan diri ikut seleksi untuk menjadi salah satu peserta dalam Asian Youth Internasional Model United Nations 2021. Melalui Portal Instagram AYIMUN, siswi yang biasa disapa Kanaya ini, mengisi formulir registrasi pada 2 Mei Lalu.

“Proses pendaftarannya, mengisi biodata diri, kemudian asal instansi, dan terakhir mengupload motivation letter. motivation letter isinya tentang motivasi kita mengikuti program ini dan apa yang saya miliki sehingga para komite harus memilih saya untuk menjadi delegasi.” Kata Kanaya, Selasa, (18/5/2021).

Jumlah Calon Peserta yang mendaftar pada Asian Youth Internasional Model United Nations 2021 sebanyak 22000 orang dari 190 Negara di Dunia. Calon Peserta yang diterima sebanyak 2000 orang.   

“awalnya saya pesimis, sebab banyak yang ikut mendaftar, dari 22000 pendaftar yang diterima hanya 2000. Setelah mendaftar, beberapa hari kemudian, iseng-iseng cek e-mail ternyata ada surat dari Penyelenggara bahwa congrulations Rambu Reninta Kanaya Lamba Awang dinyatakan lolos untuk mengikuti konferensi virtual ini.” Ungkapnya.

Lanjut Dia, Program Asian Youth Internasional Model United Nations bertujuan untuk memperkenalkan kepada generasi muda bagaimana Konferensi Sidang antar Negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Tujuan simulasi konferensi sidang PBB ini adalah agar para delegasi mengerti tentang hubungan diplomatik dan penyelesaian masalah global yang terjadi di berbagai negara.” Papar Kanaya.

Simulasi Konferensi Sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa akan berlangsung pada tanggal 28 sampai dengan 31 Mei 2021 mendatang yang diikuti oleh Peserta dari 158 Negara. Peserta Indonesia mayoritas berasal dari berbagai SMA, SMK, dan Universitas ternama di Pulau Jawa.

Pasca dinyatakan lolos seleksi oleh pihak penyelenggara, pada Simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kanaya ditempatkan dalam Konsil atau Organisasi Internasional Childrens Found (Unicef) mewakili Negara Kuwait. Ia akan menampilkan Position Paper dengan  topik pemberdayaan anak pengungsian melalui teknologi.

“Kertas Posisi saya menjelaskan bagaimana negara kuwait memposisikan dirinya sebagai salah satu negara yang ikut andil dalam Unicef. Negara yang kaya akan minyak, tentu saja masalah teknologi adalah hal mudah bagi mereka. ” terangnya

Dari sisi lain, banyak anak di negara-negara arab yang terdampak konflik perang antar negara, trauma secara mental maupun psikologi.

“Ketika pemerintah kuwait memberikan teknologi seperti Aplikasi pembelajaran dan media lain maka traumatik anak-anak pengungsian perlahan akan menghilang sehingga pemberdayaan berjalan dengan baik. ” Pungkasnya. (js)

__Terbit pada
18 Mei 2021
__Kategori
Block

Penulis: Journalist Smansa