Selain TikTok-IG, Game Dinilai Harus Masuk Blacklist Kuota Gratis Kemendikbud

Isal Mawardi – detikNews, Kamis, 11 Mar 2021 07:15 WIB

ilustrasi belajar online (Foto: ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan website yang tidak berkaitan dengan pendidikan, seperti TikTok, Instagram, hingga Facebook, masih tetap masuk blacklist kuota internet gratis. Pengamat pendidikan dari Vox Populi Institute Indonesia Indra Charismiadji menilai game juga harus masuk blacklist.

“Blacklist udah bagus, game-game juga jangan,” kata Indra kepada detikcom, Rabu (10/3/2021).

Indra tak menyebut kategori game apa yang harus masuk blacklist. Menurutnya semua game harus diblok.

“Semua game harusnya diblok. Ini (kuota internet gratis) kan buat belajar bukan untuk main game,” jelasnya.

Pengamat Pendidikan dari Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Ari S Widodo Poespodihardjo, juga berpendapat senada dengan Indra. Menurutnya game harus masuk blacklist.

“Ya. Karena inti pulsa bantuan pemerintah adalah untuk KBM (kegiatan belajar mengajar),” jelas Ari.

Para siswa dengan keterbatasan paket data internet belajar di Posyandu. Posyandu ini menyediakan akses WiFi gratis untuk belajar yang difasilitasi Pemkot Tangerang.
Para siswa dengan keterbatasan paket data internet belajar di Posyandu. Posyandu ini menyediakan akses WiFi gratis untuk belajar yang difasilitasi Pemkot Tangerang. (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Ari menjelaskan bantuan kuota internet gratis dari pemerintah dimaksud untuk menunjang proses belajar mengajar saat pandemi. Sehingga sudah sepantasnya bantuan pemerintah dibatasi dan hanya digunakan untuk keperluan belajar mengajar.

“Terlepas dari apa yang akan dibatasi, saya rasa pihak Kemdiknas dalam hal ini akan mengikuti konvensi yang ada misalnya akses ke Google Scholar akan tetap dibuka,” ungkap Adi.

Diberitakan sebelumnya, Nadiem menyebut subsidi kuota internet akan menjadi lebih fleksibel namun tetap dengan pengecualian tertentu. Pengecualian itu yakni website-website atau aplikasi yang tidak berhubungan dengan aktivitas belajar mengajar.

“Tapi kita mengecualikan hal-hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan pendidikan, TikTok, Facebook, Instagram, itu kita kecualikan. Jadinya kita buat blacklist bapak-ibu,” kata Nadiem dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

(sumber : detik.com)

__Terbit pada
12 Maret 2021
__Kategori
Block, Media

Penulis: Journalist Smansa